Perawatan gudang benih – 2016

(In ENGLISH) Perawatan gudang benih merupakan prinsip utama dalam perawatan komoditas di lingkungan pabrik benih. Hal yang diutamakan adalah kebersihan gudang, kemudian monitoring pelaksanaan perawatan komoditas dan gudang, lalu kegiatan pengendalian hama seperti fumigasi apabila terjadi serangan hama.

Persiapan

Penyimpanan benih jagung dilakukan dengan metode konvensional, jagung dimasukkan ke dalam kantong beras, ditumpuk dengan model rata-rata tinggi 2,5m; lebar 3m dan panjang 20-28 m.

Pada teknik ini, komoditas disungkup sekedap mungkin dengan plastik khusus, kemudian phospin dimasukkan ke dalam sungkup hingga kurun waktu yang cukup lama (sekitar 3 hari) dengan harapan hama dapat ditekan pertumbuhannya.

Aplikasi penyungkupan dan memasukkan obat phospin adalah teknik yang biasa dilakukan oleh fumigator. Dalam hal ini obat yang digunakan adalah phospin yang relatif murah namun memerlukan waktu yang cukup lama. Berbeda dengan fumigan sulfuryl yang hanya memerlukan waktu 24 jam.

Setelah memeriksa keselamatan lingkungan dengan memperhatikan populasi sekitarnya, baik manusia maupun hewan peliharaan, maka dilakukan pemeriksaan ruangan/silo/tumpukan/stapel yang akan di fumigasi. Kapasitas silo atau volume ruangan/tumpukan/stapel, dan hitung jumlah fumigan yang akan digunakan, berdasarkan dosis pemakaian. Peralatan yang diperlukan, seperti plastik (tebalnya antara 0,05 – 0,10 mm), lackband, penindih, peralatan keselamatan kerja, juga telah sediakan fumigan dan piring/tatakan dalam jumlah yang cukup.

Pelaksanaan Fumigasi
Setelah menutup semua lubang udara di ruangan/silo atau tutup tumpukan/stapel dengan plastik; dilebihkan paling tidak 1 meter pada setiap sisinya. Buka tutup kaleng Phosfin diruang terbuka, dan tuang atau letakan tablet/pellet dengan menggunakan sarung tangan secara merata pada piring/tatakan. Setelah itu piring/tatakan ditaruh di atas lantai di bawah tumpukan yang memungkinkan fumigan dapat tersebar secara merata ke semua arah.

Setiap ujung plastik dirapatkan di atas lantai, lipat pada setiap ujung tumpukan serta rekatkan dengan lackband atau tempatkan penindih pada sepanjang sisi stapel untuk mencegah kebocoran, sehingga ruangan benar-benar kedap udara. Jika bahan yang di fumigasi disimpan dalam silo, maka tablet/pellet dimasukkan ke dalam silo dengan alat khusus (probe).
Tanda bahaya ditempelkan pada tempat yang mudah dikenali, dan biarkan proses fumigasi berlangsung selama 3 x 24 jam. Bila fumigasi dilakukan dalam gudang, maka secepatnya pintu gudang di tutup karena setelah 2-3 jam gas Phosphine (PH3) akan terurai dan membunuh telur, larva dan imago hama-hama gudang.

Proses Aerasi
Setelah 3 x 24 jam, buka pintu gudang, periksa udara dalam gudang dengan menggunakan pengukur gas phosphine (detector tube). Batas ambang yang harus diperhatikan 0,3 ppm, bila melebihi gunakan Masker-Canester. Penindih dibuka, lackband dan plastik bagian sudut stapel, lipat ke atas dan biarkan stapel terbuka selama 1-2 jam sampai benar-benar konsentrasi gas berada di bawah ambang batas. Sisa-sisa abu dibuang dan bersihkan tempat tersebut.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s