Perawatan Silo – 2016

(In ENGLISH) Silo adalah struktur yang digunakan untuk menyimpan bahan curah (bulk materials). Silo umumnya digunakan di bidang pertanian sebagai penyimpan biji-bijian hasil pertanian dan pakan ternak. Di luar bidang pertanian, silo digunakan untuk menyimpan batu bara, semen, potongan kayu, dan serbuk gergaji. Ada tiga jenis silo yang banyak digunakan hingga saat ini, yaitu tipe menara, bunker, dan karung.

Dalam memuat bahan curah ke dalam silo, diperlukan mekanisme elevator biji-bijian seperti konveyor (konveyor sabuk, konveyor udara, konveyor ember), auger, dan hopper tergantung pada jenis bahan curah yang dimuat. Pengisian dilakukan dari tingkat paling atas, sehingga yang masuk lebih dulu akan berada di bawah. Sedangkan pengambilan bahan curah dilakukan dari bawah.

Tergantung pada bahan yang dimuat, pengendalian lingkungan di dalam bisa bervariasi. Pengendalian kadar air di udara diperlukan dan disesuaikan dengan kadar air kesetimbangan bahan jika menginginkan waktu penyimpanan yang lama. Pengendalian jenis dan kadar gas di dalam silo diperlukan jika bahan mudah bereaksi dengan gas tertentu seperti oksigen. Pengendalian kadar gas juga diperlukan jika silo digunakan untuk proses fermentasi, aerob maupun anaerob. (Wikipedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Silo)

Perawatan silo dalam hal ini di pabrik pakan ternak perlu dilakukan agar hasil produk tidak tercemar oleh hama. Kajian pertama yang dilakukan adalah survey lokasi, pengukuran kubikasi dan ketinggian silo.

Pabrik pakan ternak yang baru tahap pengembangan ini masih memerlukan perawatan dari berbagai aspek. Segala divisi sudah mulai melakukan aktivitasnya, mulai cheking bahan pakan, mesin-mesin, sampai ke pembangunan divisi yang lain. Pengerjaannya dilakukan hampir 24 jam sehari. Hal ini juga mendorong tercemarnya bahan pakan ternak yang masuk ke silo, yang dikarenakan para pekerja proyek keluar dan masuk secara bebas.

Persiapan yang dilakukan antara lain sand snake, sheet cover, fumigant (sulfuryl fluoride), papan untuk pijakan, danger area, danger line, tali, pipa distribusi, pipa kuningan, selang distribusi.

persiapan peralatan dan fumigan.jpg

Selanjutnya adalah pengukuran silo menurut ketinggian, diameter, kedalaman bahan pakan dan jalur pembuangan gas untuk aerasi. Persiapan pipa kuningan untuk ditancapkan di bahan pakan dengan panjang kuningan 3 meter dan dilakukan penyambungan 3 batang, total kedalaman adalah 9 meter untuk kedalaman bahan pakan. Sementara penancapan dilakukan di 6 titik.

Pengangkutan peralatan dilakukan secara manual, di silo tidak disediakan lift untuk barang yang disebabkan pengembangan pabrik masih dilakukan. Pipa kuningan dan pipa distribusi, selang distribusi dan peralatan yang mudah dibawa dilakukan dengan cara ditarik menggunakan tali. Sementara tabung fumigant dipanggung oleh 2 petugas.

pengangkutan-pipa-kuningan

Pemanjatan silo dengan menggunakan tangga manual, walaupun sudah ada pengaman untuk orang, perlu dilakukan secara ekstra hati-hati, mengingat pengerjaannya dilakukan pada sore menjelang malam hari, dan pada waktu itu keadaan sudah basah diguyur hujan.

petugas menaiki silo.jpg

Peralatan mulai dimasukan satu per satu melalui pintu palka. Petugas mulai memasukkan pipa kuningan batang pertama, disambung ke batang kedua dan batang ketiga. Terus dilakukan penyambungan dari pipa kuningan ke selang distribusi dan disambung ke tabung fumigant.

Setelah itu dilakukan sealing dengan cara menghamparkan cover sheet seluas diameter silo, lalu cover sheet diseal menggunakan lakban. Debu dan kotoran yang memenuhi silo agak sedikit menghambat sealing, karena kotor dan agak susah melekat. Sementara debu yang bertebaran cukup menyesakkan hidung kami.

petugas mulai sealing.jpg

Sealing selesai dan penyambungan ke tabung juga sudah selesai dilakukan, mulai tahapan yang paling penting yaitu gassing. Sebelum gassing dilakukan pengecekan terhadap distribusi selang dan jalur pembuangan untuk gas. Jalur pembuangan gas menggunakan plastik PE dari pintu palka disalurkan ke bawah dengan bantuan exhaust fan.

 

melepas gas.jpg

Pemasangan danger line dan danger area pun dilakukan, sementara para pekerja proyek dan pihak dari pabrik pakan bekerjasama dengan tim untuk melakukan koordinasi jam kerja mereka, mengingat fumigant yang diterapkan sangat berbahaya bagi manusia, mereka diberi pengertian untuk tidak mendekat ke area yang dilakukan fumigasi.

Setelah gassing, area didiamkan selama 24 jam. Dilakukan monitoring dan setelah hari berikutnya dilakukan aerasi dan melihat hama kontrol yang disimpan di dalam silo.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s