Fumigasi Gedung E dan G Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 2017

(in ENGLISH) Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena atas perkenan-NYA laporan pelaksanaan kegiatan “Fumigasi Gedung E dan G Tahun 2017” pada Arsip Nasional Republik Indonesia di Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Arsip Nasional RI Tahun Anggaran 2017 dapat diselesaikan.

Arsip merupakan bukti akuntabilitas kinerja organisasi dan warisan budaya yang perlu dilestarikan terutama terhadap informasi yang terkandung di dalamnya sehingga dapat didayagunakan untuk berbagai kepentingan baik pemerintah maupun masyarakat. Di dalam arsip akan tercermin dinamika kegiatan pemerintah dan pembangunan serta kehidupan berbangsa dan bernegara secara nyata, lengkap dan benar. Agar informasi tersebut tidak rusak atau hilang karena berbagai faktor perusak maka harus diupayakan pelestarian medianya.

Bongkar 017
Team fumigasi gedung E dan G ANRI 2017

Sealing. Sealing adalah penutupan celah dan lubang agar untuk memastikan tidak ada kebocoran, agar diharapkan obat yang dikeluarkan bisa terpapar secara merata dan tidak keluar dari target fumigasi. Sealing dalam arti lain adalah menutupi jendela, pintu, lubang AC, lubang atau retakan tembok, bahkan tembok yang terbuat dari kayu, agar fumigant tidak keluar.  Proses sealing memerlukan waktu yang cukup lama, dimana biasanya pada gedung arsip mempunyai lubang AC, dengan lantai yang bertingkat dan pintu-pintu yang besar.

Instalasi (listrik, selang distribusi, pipa distribusi, selang monitoring, fan, penempatan hama kontrol). Setelah pengerjaan sealing selesai, selanjutnya adalah penempatan fan yang masing-masing 2 buah tornado fan di pasang di 8 lantai pada 2 gedung. Ini dikarenakan untuk meratakan konsentrat sulfuryl di ruangan, yang hasilnya akan dimonitoring.

Pemasangan tanda bahaya. Area Berbahaya (Hazard/Risk Area) adalah daerah yang berdekatan dengan tempat/ruangan fumigasi di mana fumigan (gas yang digunakan untuk fumigasi) dapat menembus ke luar dalam konsentrasi yang membahayakan. Penggunaan sulfuryl fluoride (SO2F2) harus memperhatikan aspek keselamatan kerja karena SO2F2 adalah fumigan yang sangat beracun terhadap manusia.

Gassing. Ketika gassing dilaksanakan, menggunakan masker yang dilengkapi dengan canister untuk atau Self-Contain Breathing Apparatus (SCBA). Selang pengukuran gas. Memastikan selang pengukuran gas sudah terpasang pada ruangan yang akan difumigasi sebelum pelaksanaan fumigasi, dan pada bagian ujung selang ditempatkan pada ruangan yang aman dari fumigasi; dilakukan deteksi kebocoran gas menggunakan Riken Leak Detector.

Monitoring. Keefektifan fumigasi adalah ukuran keberhasilan pelaksanaan fumigasi yang ditandai dengan tercapainya konsentrasi standar fumigasi. Faktor biologi perusak arsip adalah organisme yang dalam kehidupannya dapat merusak arsip baik menggunakan bahan dasar arsip sebagai makanannya maupun sebagai tempat hidup, yang terdiri dari serangga/insekta, binatang pengerat/tikus dan jamur/kapang /cendawan.

Aerasi. Aerasi dilakukan dengan pembukaan sealing pada ruangan yang difumigasi, dibuka setelah masa karantina selesai. Pembukaan sealing dibuka secara perlahan agar dapat terjadi sirkulasi oksigen dengan sisa gas yang akan terlepas ke udara.

Cleaning. Pembersihan setelah proses fumigasi dilakukan adalah dengan membuka seal-seal penutup jendela, pintu, AC dan lubang-lubang pipa dan lain-lain. Selain itu pembersihan juga mencakup lakban yang masih menempel di rak arsip, pintu maupun jendela agar terlihat seperti semula.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s